Selasa , 16 September 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Daerah | PNS Pemprov Diduga Menipu Warga Dapat Memasukkan CPNS

PNS Pemprov Diduga Menipu Warga Dapat Memasukkan CPNS

Serang

Farohi, korban penipuan

SERANG(CARE)-Farohi (38), bergetar suaranya saat menyebutkan Haerul Wafa. Matanya berkilat, air mukanya memerah. Dia terlihat begitu emosi.

“Saya sudah terlalu sakit oleh dia. Hancur saya. Padahal dia teman kuliah saya,” kata Farohi saat bertemu Rabu (9/10) siang di sebuah tempat di kawasan Sempu.

Alkisah, Farohi, Haerul Wafa, dan Haerofiatna adalah tiga sekawan saat sama-sama kuliah di STIE Banten Jaya, kawasan Cijawa, Kelurahan Cipare, Kota Serang. Suatu hari pada tahun 2011, Haerofiatna memberikan info kepada Farohi bahwa Wafa punya jalur khusus untuk yang berminat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Farohi sangat tertarik, tapi dia berpikir panjang karena tidak ada uang sebanyak yang diminta Wafa, yaitu Rp100 juta. Istrinya, Lilis Widiawati, menyarankan Farohi berpikir tujuh kali kalau harus menyediakan uang hingga Rp100 juta untuk jadi PNS. Karena gaji suami-istri ini yang bekerja di PT EDS Manufakturing Indonesia (PENI), sebuah pabrik pembuat kabel yang berada di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, ini hanya cukup untuk sebulan.

“Tapi Haerofiatna terus mempemgaruhi saya agar mengambil kesempatan bagus itu. Karena kesempatan tidak datang dua kali, akhirnya saya luluh. Ditambah, ayah Wafa adalah tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRD Banten,” papar Farohi.

Walhasil, Farohi dan istrinya sepakat meminjam ke koperasi PENI, masing-masing Rp13 juta. Karena masih jauh dari angka yang diminta Wafa, Farohi kemudian meminjam tanpa ijin uang tabungan kakak perempuannya yang bekerja di Timur Tengah. Lalu, terkumpulah uang sebesar Rp100 juta.

Nah, saat penyerahan uang itu, Farohi membawa serta bapak mertuanya berikut Haerofiatna. Dua orang ini sebagai saksi penyerahan uang.

“Saya serahkan ke Wafa di kampus disaksikan bapak mertua dan Haerofiatna. Masih ingat saya, uang itu banyak sekali karena pecahan dua puluh ribuan. Kuitansinya ada di saya,” kenang Farohi sambil berkaca-kaca.

Saat pengumuman CPNS melalui koran harian lokal, Farohi lemas karena namanya tidak tercantum sebagai pelamar yang lolos seleksi calon pegawai negeri. Farohi memburu Wafa untuk konfirmas. Jawabannya, “Saya diminta bersabar karena saya masuk jalur khusus.”

Penagihan terus-menerus ke Wafa dan orang tuanya, Sadeli Karim, hanya berhasil mengembalikan uang Farohi sebesar Rp30,5 juta. Sementara sisanya tidak jelas kapan akan dibayar, “Saya sangat kecewa, dan sangat marah,” ujar Farohi dengan nada tinggi.

Konfirmasi melalui pesan singkat ke Haerofiatna berbalas telepon balik dari PNS Pemkab Serang ini. Haerofiatna membenarkan dialah yang awalnya menginformasikan ke Farohi bahwa
Wafa bisa memasukkan CPNS. Dia juga membanarkan menjadi saksi mata saat uang Farohi diserahkan ke Wafa.

“Tapi saya pun korban si Wafa. Belum serupiah pun uang saya dikembalikan. Uang saya bukan untuk CPNS, tapi untuk kerja sama proyek pemprov, besarnya seratus juta” kata Haerofitna, yang mengaku pejabat eselon empat di Dinas Koperasi dan Perdagangan Pemkab Serang.

Konfirmasi ke ponsel Sadeli Karim dijawab agar langusung menghungi Haerul Wafa di nomor ponsel 081911025xxx. Namun Wafa tidak menjawab konfirmasi pesan singkat, termasuk tidak merespons panggilan ke ponselnya. Panggilan ulang pada pukul 19.25, juga tidak direspons Wafa. Padahal ponselnya selalu aktif. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top