Rabu , 1 Oktober 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Suara Rakyat | Mengenal, “Pasar Tradisional Angso Duo” Jambi

Mengenal, “Pasar Tradisional Angso Duo” Jambi

SEJARAH, Pasar Tradisional Angso Duo Jambi, dulu dan kini. Gambar kanan, Masa lalu. Gambar, kini rekaman masa kini. Bagaimana, nanti. Kita tunggu, Mega Proyek Relokasi Pembangunan, Angso Duo yang modren, hadir disini.

SEJARAH, Pasar Tradisional Angso Duo Jambi, dulu dan kini. Gambar kanan, Masa lalu. Gambar, kini rekaman masa kini. Bagaimana, nanti. Kita tunggu, Mega Proyek Relokasi Pembangunan, Angso Duo yang modren, hadir disini.

KOTA JAMBI,- (Care)- Mari kita segarkan kembali memori, massa lalu. Kota Jambi, berulang tahun, ke-67. Kamis,  17 Mei 2013. Pasar Angso Duo, 39 tahun sudah, usianya. Daerah yang pernah jaya, dizamannya. Hingga, keseantero nusantara, hingga mancanegara, Turki, India, Arab dan Negeri Tirai Bambu, China berdagang, kesini dulu.

Mengapa tidak. Kenangan masa lalu, saksi bisu momen sejarah, masa kini. Perjalanan panjang  riwayat sebuah daerah yang bersemboyankan, “Bumi Tanah Pilih, Pusako Batuah,”  Kota Jambi, Ibu Kota Provinsi Jambi. Berbagai persoalan dan masalah, mengiringgi perkembangannya, bersama  “Pasar Tradisional Angso Duo,”  Jambi, sekarang.

Pepatah nan sabait, Adat Melayu Jambi, mungkin dapat menyegarkan memori, kendati udah usang. Setidaknya, ada kata kunci dalam menyelesaikan sebuah persoalan. Judulnya, Angso Duo, jadi rebutan.

Tak salah, ini solusinya. “Aek jernih ikannyo jinak. Rumput mudo kerbaunyo gemuk. Negeri aman padinyo menjadi. Aman kampung kareno dek yang tuo. Ramai kampung kareno dek yang mudo. Kalau kusut samo-samo uraikan, dan bilo keruh samo-samo  pulak,  kita jernihkan”.

Mungkin, dimassanya. Di awal abad ke-18, Pasar Angso Duo berada dalam kawasan Muaro Jambi, dan disini tempat bertemunya para saudagar rempah-rempah, tidak saja lokal. Bahkan, mereka berasal dari Negara Jiran lainnya.

Pertemuan para saudagar dipasar yang berada ditepian Sungai Batanghari. Disitu, telah ada sebuah pelabuhan. Mereka, menyebutnya Darmaga Bom Batu dan malah ada pula yang mengatakan, Darmaga Tanah Timbun. Kemudian, jadi milik PT (Persero) Pelindo Indonesia.

Singkat cerita, siapapun yang menjadi Raja, Demang, Penghulu, atau apalah namanya, waktu itu. Tidak diungkapkan disini. Itu, ladangnya para pakar sejarah. Tempat,  bertanya.

Namun, riwayat pasar  yang lengket dengan nama, “Pasar Tradisional Angso Duo” itu. Memang memilki sejarah panjang, hingga terjadi perdebatan dalam kepentingan. Pemda Kota Jambi, mengatakan. “Ini, milik dan asset kami”. Provinsi menyebutkan, “soal pembangunan, kami juga mempunyai hak, untuk merelokasi dan membangunnya”.

Pansuspun, terbentuk. Kata, sepakatpun, belum tersimpulkan. Agaknya, benang kusut itu, masih butuh waktu, untuk menguraikannya. Tapi, sampai kapan. Mengapa dulu, perkembangannya, tak ada riak dan gelombang, apa lagi badai. Berdiri, karena ada penjual dan pembali.

Kemudian, dibangun Pasar Inpres, disitu. Selanjutnya berkembang, jadi Pasar Induk, hingga usia Kota Jambi, genab 67 Tahun, kemajuannya sangatlah signifikan.

Mengapa, sekarang. Untuk membangun dan merelokasikannya. Kita, jadi berebutan. Entahlah, dimana salahnya. Sedikitnya ada, lima ribu lebih, pedagang menunggu nasip, atas lahirnya berbagai kepentingan. Ada yang, menyebutkan “No” dan ada pula yang mengatakan, “Yes” dan  ada perlu yang menyarankan. Segerakan, dibangun.

Tapi, siapa pemilik dan yang membangun, itu soalnya. “inikan milik Jambi juga” dan kita jugalah yang membangunkannya. Soal, asset, “kan bisa dirundingkan,” nanti. Sebab, tak satu jalan, menuju Roma. Itu, kalau kita mau, mendegar kata pepatah. Mungkin, solusi ini, benar adanya.

Di Pasar Tradisional Angso Duo, pada tahun, 1970-an. Sedimentasi Sungai Batanghari, kian parah. Pemerintah daerah melaksanakan pengerukan. Tanah dan pasir, ditimbun di sekitar sungai, maka terbentuklah daratan baru. Disitu, pemerintah akhirnya memindahkan pusat pasar. Mereka menyebutnya, Pasar Angso Duo Jambi.

Modren, Pasar Induk Angso Duo Jambi, Dibangun.

Modren, Pasar Induk Angso Duo Jambi, Dibangun.

Empat tahun, aktifitas pasar berjalan dan berkembang. Akhirnya, 1974 Pasar Tradisional Angso Duo Jambi, diresmikan. Tepatnya, ditepi sungai terpanjang di Pulau Sumatera, Sungai Batanghari. Wah, 39 tahun sudah usianya, kini.

Mau tahu, banyak memang perubahannya. Berbagai kios, udah  ditinggalkan pedagang. Hujan, kebanjiran. Panas, berdebuan. Tak terurus, alias amburadul. Hingga, Kantor Pengelolaan  Pasar, berganti baju. Jadi, Dinas Pasar Jambi.

Tak banyak, pengaruh memang. Silahkan, mereka berebut “lokak”. Denyut nadinya, masih menjadi magnit ekonomi yang bergairah, dalam 24 jam, tak berhenti. Milliaran rupiah, berputar disini. Tahukah Anda,  berapa jumlah lembar rupiah diraih. “Entahlah,” tanyakan saja, pada rumput yang bergoyang.

H. Hasan Basri Agus, Gubernur Jambi (pakai Peci hutam) didampinggi Hj.Duria Sunita (pakai jilbab putih) Kadis Pasar Jambi, beranjang sana ke Pasar Angso Duo Jambi.

H. Hasan Basri Agus, Gubernur Jambi (pakai Peci hutam) didampinggi Hj.Duria Sunita (pakai jilbab putih) Kadis Pasar Jambi, beranjang sana ke Pasar Angso Duo Jambi.

Adakah, kita ikut memikirnya. Jawabannya,  ada dan banyak. Pedagang, berjualan disini. Pembeli, datang berbelanja. Semua ada di Pasar Induk Angso Duo Jambi. Cari ikan, disitu ada Pasar Ikan. Mau Sembako, ada Pasar Manisan. Butuh daging, ada juga. Buah-buahan, banyak. Jajanan ringan dan “pulau tengah kosong” ada Kapau.

Bila anda, memiliki waktu luang. Datanglah, kesini. Pasar PJ, namanya. Berbagai kebutuhan tersedia, digelar disini. Tinggal pilih, produk lokal, hingga buatan luar negeri, dipajang disini. Suka, tawar dan beli. Apa lagi, soal sayuran, disinilah tempatnya.

Bukan itu saja, Pasar Subuh-pun, sudah lama, ada. Badan Jalan Sulthan Thaha, jadi lahan lapak-lapak pedagang, hingga menutup akses jalan lewat disini, dimalam hari. Tak, percaya datang sendiri, untuk membuktikannya. Aktifitasnya, berlangsung sejak pukul 00.00 WIB, hingga terbitnya sang surya, di pagi hari.

Akankah, proyek relokasi Pasar Angso Duo, jadi kenyataan. Jawabannya, “Yes”. Pasar Angso Duo yang modren, ada disini. Di, Kota Jambi, Provinsi Jambi. (Drs. Zainul Aris. Kepala Perwakilan Cahaya Reformasi. Com Jambi)

 

 

One comment on “Mengenal, “Pasar Tradisional Angso Duo” Jambi

  1. zainal part II on said:

    macam mano tulisan nak kepalo perwakilan jambi ni pak cik, berita apo opini pribadi ni?? wah wah, titik koma juga ndak keruan juntrungnyo…………..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top