Minggu , 26 Oktober 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Daerah | Kejari tindaklanjuti Data Dugaan Penyelewengan Dana Bedrum di Tebo Ulu

Kejari tindaklanjuti Data Dugaan Penyelewengan Dana Bedrum di Tebo Ulu

 Bedah Rumah

Bedah Rumah

Muaratebo (care)-Adanya dugaan penyelewengan dana Bedah Rumah (Bedrum) dari program Satu Milyar Satu Kecamatan (Samisake) di Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, Jambi, yang dilaporkan warga Desa Pulau Panjang sebagai penerima program tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, beberapa bulan yang lalu, saat ini tengah diselidiki pihak Kejari Tebo. Hal itu diungkapkan oleh Manto salah satu jaksa di Kejari Tebo.

Terangnya, Tim Kejari Tebo sudah melakukan penyelidikan dengan cara turun langsung ke lokasi untuk melihat hasil pekerjaan Bedrum tersebut. Dari hasil turun ke lokasi, ditemukan beberapa rumah yang kondisinya hanya sebagian yang direhap, ada juga beberapa rumah yang direhap penuh.

“Yang menerima laporan dari warga kemarin adalah Kasi Pidsus yang saat ini tengah mengikuti pendidikan. Yang jelas, sesuai pengaduan warga, semuanya ada lima rumah yang dibedah. Kita sudah liat langsung kondisi kelima rumah tersebut,” terang Manto sewaktu dikonfirmasi diruang kantornya.

Dikatakan Manto, saat ini pihak atau tim Kejari Tebo tengah melakukan penyelidikan data terkait pengaduan warga. Pasalnya, hingga sekarang pihaknya belum memiliki juklak dan juknis terkait pengerjaan Bedrum. Begitu juga dengan laporan hasil kegiatan (pekerjaan,red).

“Kita masih mengumpulkan data terkait pengaduan warga kemarin,” tukasnya.

Diketahui,  Selasa (30/7), 5 orang warga Desa Pulau Panjang Kecamatan Tebo Ulu, didampingi Advokasi Hukum Azri, SH MH dan Acociates mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo. Kedatangan mereka untuk melaporkan camat Tebo Ulu sebagai penanggungjawab kegiatan, atas dugaan penyelewengan pekerjaan Bedrum dari anggaran Samisake, yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Jambi.

Menurut rombongan pelapor, pada Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Bedrum untuk satu rumah dianggarkan sebesar Rp 10 juta. Namun yang direalisasikan rata-rata sebesar Rp 3 juta.

Saat melapor kemarin, rombongan pelapor langsung diterima Nur Slamet Kepala Kejari Tebo, di ruang kerjanya. Kajari langsung mengarahkan rombongan pelapor untuk menyerahkan berkas laporan ke Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Benny, dan Benny berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut usai Hari Raya Idul Fitri. (Yal)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top