Kamis , 17 April 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Daerah | Gagal Meras 50 juta Dari Wakil Kepala SMA 2 Langsa, Kobra Di Bekuk Polisi

Gagal Meras 50 juta Dari Wakil Kepala SMA 2 Langsa, Kobra Di Bekuk Polisi

Junaidi alias Kobra yang mengaku kombatan GAM saat diamankan di Mapolres Langsa.

Junaidi alias Kobra yang mengaku kombatan GAM saat diamankan di Mapolres Langsa.

Langsa (CARE)-Junaidi (31th) alias Jol alias Kobra  warga Lhok Bani yang Kecamatan Langsa Barat kini mendekam di jeruji besi penjara Polres Langsa, setelah gagal memeras wakil kepala sekolah SMAN 2 Langsa.

Junaidi mengaku dirinya sebagai kombatan Gerakan Aceh Merdeka  melakukan pemerasan terhadap wakil kepala sekolah SMAN 2 Langsa Ratupan, dengan meminta uang sebanyak 50 juta rupiah dengan alasan akan melakukan hajatan sunat anaknya.

Namun aksi tersebut gagal, pelaku sempat menyandera anak kandung  dari Ratupan Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Langsa di kediamannya Desa Seunebok Baru Kecamatan. Manyak Payed Jum’at (18/10).

Kapolres Langsa AKBP Hariadi SH SIK melalui KBO Reskrim Aipda Suherwan kepada wartawan menjelaskan, kronologis kejadian
berawal dari Junaidi alias Kobra mendatangi Kepala Sekolah SMAN 2 Langsa Abdurrahman Ardo, MPd pada 3 minggu yang lalu  Kamis (26/9) kedatangan Kobra bertujuan meminta uang sebesar 5 juta rupiah untuk hajatan sunnatan anaknya, kata Suherwan.

Hari itu Kobra datang dengan mengenderai sepeda motor sendirian dari Medan provinsi Sumatera Utara khusus untuk menjumpai Ardo Kepsek SMA, untuk meminta uang sebanyak 5 juta dengan alasan korban adalah anggota GAM, namun yang di berikan hanya 100 ribu rupiah dan Ardo bergegas meninggalkan ruang kerjanya untuk rapat dewan guru, namun uang 100 ribu itu ditolak Kobra dengan alasan dirinya butuh 5 juta.

Karena Kepala Sekolah ikut rapat, selanjutnya Kobra mendatangi Ratupan wakil Kepsek SMA2 Langsa, meminta supaya segera  mengeluarkan uang sebanyak 5 juta untuk dirinya saray mengancam “Harus ada sekarang”, karena ruangan disana ada anak  murid dan beberapa pegawai tata usaha tersentak kaget, lalu tiba tiba datang pemuda gampong yang berdekatan dengan sekolah tersebut untuk melerai, selanjutnya pelaku menarik tangan Korban dan di suruh keluar dari ruangan, jelas KBO Reskrim.

Tidak dituruti permintaannya sehingga Ratupan pulang, Pada hari Kamis sekitar pukul 15.30 Wib (26/9) Kobra menjalankan aksi nekatnya mendatangi rumah Ratupan di desa Seunebok Baru Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, alasan Kobra mendatangi rumah ratupan karena dendam dirinya di usir pemuda gampong yang menurut pemikirannya itu karena ulah Ratupan, padahal Ratupan tidak tahu menahu tentang kedatangan pemuda gampong yang  tiba-tiba ke sekolah, sehingga membuatnya Kobra tidak berhasil mendapatkan uang di sekolah.

Setelah tiba dirumah Ratupan, Kobra mengancam dengan meyebutkan dirinya membawa granat jika tidak memberikan uang 50 juta, maka bom akan meledak, karena takut Ratupan bersama istrinya menawar uang sebanyak 5 juta saja, dan Kobra mendesak harus ada sekarang juga uang itu.

Selanjutnya, Ratupan dan istrinya berbonceng dengan sepeda motor yang terus di buntuti Kobra dari belakang menuju rumah saudaranya untuk meminjam uang 5 juta sesuai tawaran itu.

Namun, Ratupan dengan istrinya kaget ketika dalam perjalanan ke Kuala Simpang tiba-tiba Kobra menghilang di jalan, ternyata Kobra kembali ke rumah Ratupan dengan membawa sandera anak kandung Ratupan yang bernama Prasetyo (18), hal itu di lakukan kobra karena Kobra mencurigai Ratupan akan melaporkan ke Polisi atas tindakan aksi pemerasannya.

Saat aksi yang dilakuka Kobra membawa anak korban, tetangga korban sempat heran melihat orang yang bukan keluarganya membawa paksa anak Ratupan dengan menggeret tangannya naik berbonceng sepeda motor.

Saat di perjalanan dekat simpang opak Prasetyo meminta berhenti karena melihat motor ayahnya berpapasan di hadapan nya, langsung Kobra dan Ratupan menukar anaknya dengan uang 5 juta cash, istri Ratupan langsung menarik tangan anaknya dengan alasan di tangan Kobra ada geranat manggis.

Kobra berhasil membawa uang kontan 5 juta ke arah Medan Sumatera Utara untuk melakukan hajatan anaknya anaknya, cetus KBO Reskrim.

Selang 3 minggu kejadian tersebut, Kobra kembali mendatangi rumah Ratupan pada Kamis sore (17/10) menjelang azan shalat Ashar yang bertujuan untuk kembali menjalankan aksinya dengan rencana yang berbeda, aksi kali ini Kobra membawa kawan bernama Agus serta membawa pistol mirip FN yakni air softgun di dalam tas yang di sandang Agus kawannya.

Saat menjalankan aksinya, Kobra yang sudah ada didalam rumah Ratupan bersama dengan kawannya Agus, tiba-tiba Prasetyo anak Ratupan menjerit keras dengan teriakan “rampok-rampok”, sehingga warga sekitar rumah Ratupan berbondong bondong datang kerumah Ratupan, selanjutnya massa memukuli Kobra sedangkan kawanya berhasil kabur dengan cara melemparkan tas dan lepas dari tangkapan warga.

Berselang beberapa menit kejadian petugas keamanan dari Polsek Tualang Cut langsung mengamankan tersangka Kobra dan selanjutnya Kobra dibawa  ke Mapolsek Manyak Panyed, setelah diamankan dari amukan massa yang sudah gerah dengan perbuatan tersangka akhirnya polisi membawa Kobra ke Mapolsek setempat dan selanjutnya di giring ke Mapolres Kota Langsa guna proses lebih lanjut, urai Suherwan.

Akibat perbuatannya, Kobra akan di kenakan KUHP  Pasal 368 dengan ancaman kurungan 9 tahun dan  Sub Pasal 335 KUHP dengan isi pasal itu tindakan tidak menyenagkan, demikian dijelaskan KBO Reskrim Langsa. (Asrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top