Minggu , 26 Oktober 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Hiburan | Setelah PPP, Demokrat melalui foto panas Venna Melinda

Setelah PPP, Demokrat melalui foto panas Venna Melinda

Caleg yang berfose sensual

Caleg yang berfose sensual

Jakarta(Care)-Entah itu black campaign, ataupun persaingan antar Caleg menjelang Pemilu 2014, namun bangsa ini , terutama Parpol-parpol sudah seharusnya mengevaluasi perekrutan kader yang berasal dari artis, terutama para artis yang mempunyai track record yang buruk dimasa ia menjadi artis.

Bagaimanapun juga anggota Dewan yang akan duduk di Senayan tersebut adalah wakil rakyat yang segala tindak dan perilakunya akan menjadi panutan bagi masyarakat, sehingga sudah seharusnyalah siapapun yang terpilih di gedung Rakyat tersebut memiliki kriteria seperti: Berkepribadian baik, intelek, rasa sosial yang tinggi serta sikap keteladanan lainnya.

Getolnya Parpol-parpol dalam mengusung  para artis menjadi calon legislatif untuk mendongkrak perolehan suara tanpa menyaring dan menyesuaikan dengan landasan partainya dikhawatirkan akan semakin mempercepat Bangsa ini menuju jurang kehancuran, karena disamping secara etika moral penampilan para artis yang selalu seronok, juga diragukan kemampuan intelektualnya.

Setelah akhir-akhir ini heboh foto-foto panas Angel Lelga dan Lyra Virna artis besutan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kini menyusul foto seksi Venna Melinda beredar diberbagai media dan dunia maya.

Venna Melinda yang sedang sibuk menghadapi perceraiannya tersebut  diusung Partai Demokrat tersebut, memutuskan untuk kembali maju dari Dapil VI Jawa Barat sebagai calon anggota DPR.

Menyikapi ramainya peredaran foto-foto panas para artis nyaleg tersebut juga tidak luput dari perhatian Binsar Effendi Panglima LSM GALAK. Menurutnya, Parpol harus lebih selektif didalam merekrut kader Partai, jangan hanya karena demi mendongkrak popularitas dan perolehan suara akhirnya mengabaikan ideologi Partai dan kepentingan nasional, ujarnya.

“Saya sangat prihatin dengan ramainya para artis yang nyaleg dan menjadi pejabat lainnya, padahal kemampuan SDM nya kurang, cuma modal popularitas doang”. Ujar Binsar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top