Rabu , 23 April 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Hukum & Kriminal | Buru Penembak Tito Kei, Timsus Polri Disebar

Buru Penembak Tito Kei, Timsus Polri Disebar

Jhon Key

Jhon Key

Jakarta- Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus penembakan yang menewaskan Tito Refra Kei dan pedagang rokok, Ratim.

Tim beranggotakan personel terbaik Polda itu akan berusaha secepatnya mengungkap motif penembakan.

“Tidak ada batasan waktu, tapi sesegera mungkin dapat mengungkap kasus ini,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Minggu (2/6).

Menurut Rikwanto, pembentukan tim khusus ini perintah Kapolda Metro Jaya. Tim disebar untuk melacak pelaku.

Peristiwa penembakan Tito Kei, tak lagi ditangani oleh Polresta Bekasi. “Kasusnya sudah ditangani Polda Metro Jaya,” sambungnya lagi.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polri melakukan razia senjata api. “Kami minta Polri segera telusuri peredaran senpi. Jangan biarkan koboi bebas beraksi di kota ini (Jakarta),” ujar Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan.

Tito Kei yang merupakan adik dari John Key, terpidana kasus pembunuhan, tewas ditembak kepalanya, Jumat (31/5) sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah warung rokok di Jl Raya Titian Indah, RT 03 RW 11 Kelurahan Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat tak jauh dari rumahnya.

Selain Tito, pemilik warung Ratim, 70, juga tewas tertembak di bagian dadanya. Dua pelaku yang naik sepeda motor diduga menggunakan senjata jenis FN.

JOHN KEI

Sementara itu, John Kei, kakak kandung Tito, tidak mendapatkan izin keluar Rutan Salemba guna melihat jenazah adiknya yang terakhir kalinya sebelum dimakamkan di kampung halamannya, Tual, Maluku.

Taufik Candra, kuasa hukum John Kei mengatakan,  kliennya yang menjadi terpidana kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono, pihak Rutan sebenarnya sudah mengijinkan.

“Tapi ada masalah karena MA belum mengeluarkan izin. Karena saat ini John Kei sedang mengajukan kasasi, ya sudah ke MA guna mendapatkan surat keterangan, tapi belum juga keluar,” jelas Candra, Minggu (2/6), di depan Rutan Salemba.  “Dari Sabtu kita sudah minta izin, tetapi urusan dengan MA ini kan bukan persoalan gampang.”

Taufik menghargai sikap Kepala Rutan yang mengizinkan kliennya keluar untuk urusan keluarga yang mendadak. Tapi karena John Kei merupakan tahanan titipan MA, izin terakhir harus dikeluarkan MA. “Ini kan soal kemanusiaan, mestinya MA lebih cepat dan memahami situasinya karena memang bukan kondisi yang normal,” jelasnya.

Hingga kemarin, situasi di Rutan Salemba masih mendapat penjagaan ketat aparat Brimob dri Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top