Sabtu , 19 April 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Jabodetabek | Bila Ahok Diklat tukang parkir, cukup 1 hari: Kiri, kanan, lurus, kiri dikit, trus, hopps

Bila Ahok Diklat tukang parkir, cukup 1 hari: Kiri, kanan, lurus, kiri dikit, trus, hopps

Petugas parkir

Petugas parkir

JAKARTA(Care) – Bila rencana Wakil Gubernur Dki Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang akan menggaji preman menjadi tukang parkir Rp 4 juta/bulan  benar dilaksanakan, sungguh menjadi pekerjaan yang sangat menggiurkan.

Bagaimana tidak, profesi para preman yang tidak perlu ijazah dan sertifikat apapun, dibandingkan profesi lainnya akan mendapatkan gaji besar oleh Pemprov DKI.

Bahkan bila dibandingkan dengan pekerjaan kasar seperti tukang bangunan yang memerlukan bertahun-tahun untuk memiliki keahlian tukang yang standar gajinyapun tidak lebih dari Rp 100 ribu dengan bekerja mengeluarkan tenaga sehari penuh.

Bagaimana Ahok melakukan perekrutan calon tukang parkir yang dia inginkan? Apa kriteria preman? Dan bila ia melakukan Pendidikan Latihan untuk profesi tukang parkir tentunya seidiot-idiotnya  paling lama juga sehari.

“Kiri, kanan, lurus, kiri dikit , terus….hoooop, dan tentunya suara harus keras untuk menjadi tukang parkir”. Ujar Ujang tukang parkir liar yang selalu beroperasi di Jakarta Utara, tadi pagi, Senin(15/7/2013).

Menurut Ujang, bila benar ide tersebut tentunya jumlah preman di Jakarta akan bertambah mendadak ribuan persen. Betapa tidak, kaum pengangguran, buruh dan karyawan yang digaji minim tentunya akan melatih dirinya menjadi preman dadakan, belum lagi para PNS yang merasa cemburu karena merasa susahnya menjadi PNS.

“Nggak percaya juga, masa kita yang kerja cuma ngerapiin mobil sama motor, digaji Rp4 juta sebulan. Kalah dong yang sekolahnya tinggi,” kata  Surya, 31, salah seorang juru parkir di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Dikatakan pria yang hampir tiga tahun kerja di jalanan ini, ungkapan yang disampaikan wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok, dianggap sebagai upaya untuk menumpuk para juru parkir.

Pasalnya, kalau memang itu terbukti pasti malah akan semakin bertambah banyak juru parkir bertebaran di pinggir jalan. “Daripada jadi kuli bangunan, mendingan jadi juru parkir, cuma diri dari pagi sampai sore tiap bulan dapat gaji,” ujarnya.

Surya pun mengaku, selama ini uang yang didapat dari pekerjaannya sebagai juru parkir juga cukup menggiurkan. Bapak dua anak ini mengaku setiap harinya bisa membawa pulang uang bersih bisa mencapai Rp100 ribu bahkan lebih. “Kita kan tiap hari setoran Rp35 ribu, sisanya ya buat kita,” tuturnya.

Dianggap Surya, memang uang yang didapat dan yang dijanjikan wagub Ahok hampir sama. Hanya saja dirinya kebingungan, bila benar gaji itu didapat, pria yang mengaku bekerja secara resmi ini, tidak dapat membawa pulang uang seperti hari biasaya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mengalihkan perparkiran yang selama ini dikelolah Dinas Perpakiran Pemprov DKI Jakarta ke pihak swasta. Tujuannya, untuk menambah omzet pendapatan pemda dari lahan parkir yang semakin menjamur di Jakarta.

Seperti diketahui bahwa rencana Wagub Ahok yang akan mengaji juru parkir itu, sekaligus dalam membantu ekonomi para juru parkir. Namun upayanya tersebut belum sepenuhnya diterima para juru parkir. Mereka terlihat lebih menikmati seperti sekarang ini daripada mendapatkan gaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top