Sabtu , 1 November 2014
HEADLINES
Anda Berada di: Home | Daerah | ASNLF Kecam Pembunuhan Biadab Satgas PNA, Rakyat Segera Lengserkan ZIKIR

ASNLF Kecam Pembunuhan Biadab Satgas PNA, Rakyat Segera Lengserkan ZIKIR

SYEKHY LW(jubir ASNLF)

SYEKHY LW(jubir ASNLF)

Langsa (CARE)-Pembunuhan terhadap Muhammad Abdul Wahab alias Cek Gu (Ketua Satgas PNA Pidie atau mantan GAM), ini merupakan indikasi kejahatan lama dan ini mengisyaratkan bahwa perang saudara sudah dimulai.

Demikian yang dikatakan Tgk. Sufaini Syekhy, Jubir ASNLF, beberapa hari yang lalu, kepada wartawan online melalui pesan singkatnya.

Dikatanya, tentu kami sangat mengecam keras terhadap pelaku yang membunuh dengan cara-cara sangat biadab ini. Dan ini merupakan awal kehancuran Aceh bila preman bodoh ini dibiarkan terus bertindak semaunya tanpa ada diproses hukum oleh pihak yang berwajib yaitu pihak kepolisian.

“Masyarakat saat ini hukumnya wajib berani untuk melakukan upaya pemberantasan premanisme politik di Aceh agar premanisme dapat dilenyapkan dari bumi Aceh,” sebutnya dengan nada emosi.

Kami ASNLF tetap konsisten dalam perjuangan AM untuk tetap melanjutkan cita-cita Aceh Merdeka tetapi bukan dengan cara-cara preman, menurut kami Pemerintah Aceh saat ini adalah salah satu pemerintahan yang berindikasi memimpin dengan gaya preman.

Hal  ini sangat bertolak belakang dengan kultur Aceh dan kami sangat menyesalkan kepada Pemerintah Indonesia yang melakukan dialog damai di Helsinki hanya dengan kelompok preman saja yang tidak mewakili mayoritas perjuangan Aceh, baik yang tinggal di luar negeri maupun di dalam negeri.

Pengancaman terhadap caleg-caleg dari partai lain dan pembunuhan yang sudah dan sedang terjadi terhadap anggota Satgas PNA adalah bukti kongkrit Pemerintahan Aceh saat ini tidak bermartabat dan tidak dihargai sama sekali oleh masyarakat.

“Berbicara Pemerintah Aceh tidak terbatas hanya pada ZIKIR tapi juga pucuk Pimpinan TNI dan Polri di Aceh harus turut bertanggung jawab dengan kondisi yang meresahkan keamanan masyarakat saat ini,” tegas Jubir ASNLF (foto).

Maka kami atas nama ANSLF mengeluarkan statement resmi sebagai berikut :

Mendesak RI untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian lanjutan dengan melibatkan pihak-pihak yang mewakili perjuangan Aceh.

Mendesak Polda Aceh/ segenap jajaran Kepolisian untuk mengungkap/menangkap pelaku pembunuhan salah satu satgas dari PNA.

Mendesak Polda/jajaran Kepolisian untuk menjamin keamanan untuk semua warga di Aceh tanpa terkecuali.

Mendesak Pemerintah ZIKIR untuk bertanggung jawab kepada situasi Aceh yang semakin ambaradul.

Menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak perlu takut kepada kelompok biadab namun agar sepakat untuk melawannya, karena ini jelas musuh kita bersama.

Kita juga menghimbau tokoh-tokoh masyarkat khususnya ulama-ulama kharismatik di Aceh untuk bersama kita berantas premanisme Aceh, kita juga menghimbau seluruh mahasiswa untuk menyuarakan anti kekerasan di Aceh.

Kami atas nama ANSLF mendesak pemerintah ZIKIR turun dari jabatan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh (Pemerintahan RI di Aceh) karena tidak mampu menjaga kondisi damai di Aceh.

Mendesak Pemerintahan ZIKIR untuk tidak menjadikan perjuangan AM sebagai kepentingan jabatan Gubernur/Wakil Gubernur. (Kepentingan politik Pemilu 2014).

Mendesak pembubaran Pemerintahan Aceh saat ini dan tuntut pertangung jawaban mereka.

“Kami himbau kepada seluruh rakyat  seugom Aceh (kami menghimbau kepada seluruh rakyat yang berada di Aceh) untuk susun kekuatan rakyat lawan segala bentuk premanisme di Aceh, agar segera mungkin turun ke jalan untuk lengserkan pasangan ZIKIR tanpa syarat, ZIKIR haram jadi pemimpin Aceh!!” demikian Tgk. Syekhy mengakhiri pesan singkatnya.(Asrul/Rels)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top